Senin, 13 April, 2026

Media Komunikasi Antarkeluarga Pondok Modern

Halal bi Halal PC...

Boyolali, 12 April 2026 — Dalam suasana hangat bulan...

Pererat Ukhuwah dan Teguhkan...

Gontor, 7 April 2026 — Masih dalam suasana bulan...

Menenun Benang Silaturrahim: PC...

Gunung Putri, 4 April 2026 – "Tiada samudra yang...

Perkuat Peran Alumni untuk...

Makassar, 29 Maret 2026 — Pimpinan Cabang Ikatan Keluarga...

PP IKPM, FPAG dan FORBIS Hadiri Soft Launching Tamam.id di UNIDA Gontor

Tanggal:

Bagikan:

PPIKPM.GONTOR.AC.ID, GONTOR — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melalui Pusat Studi Pengembangan Ekonomi & Keuangan Islam Pesantren (PUSPEKIN) UNIDA Gontor melaksanakan soft launching virtual market pesantren tamam.id di Hall Gedung Terpadu, UNIDA Gontor, Ahad (4/8/2019).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Badan Wakaf Pondok Modern, Drs. KH Akrim Mariyat, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, Ketua Yayasan Pemeliharaan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM), Ustadz H. Imam Shobari, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Dody Budi Waluyo, Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP IKPM), Ustadz H. M. Adib Fuadi Nuriz, Ph.D., Ketua Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor, Ustadz H. Agus Maulana dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG).

Soft launching virtual market tamam.id oleh Pimpinan PMDG, Rektor UNIDA dan Deputi Gubernur BI

Tamam.id adalah virtual market atau pasar online yang akan mensinergikan kegiatan jual beli antarpesantren di Indonesia. Program e-marketing ini sepenuhnya menggunakan internet sebagai medianya. Soft launching virtual market pesantren ini merupakan tindak lanjut dari program yang disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam acara Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 di Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi dalam sambutannya menyampaikan peran UNIDA Gontor dalam penguatan ekonomi Islam di Indonesia. “Kita menginginkan ekonomi Islam yang disebut pemerintah sebagai ekonomi syariah, berkembang di Indonesia. UNIDA, sebagai lembaga keilmuan memang sengaja merancang adanya ekonomi Islam yang mengaplikasikan politik ekonomi Islam,” papar Prof. Amal Fathullah.

Perfotoan di depan Gedung Terpadu UNIDA Gontor

Sementara itu, KH Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan perintah berbagi dalam Islam. “Tidak ada perintah kepada umat Islam untuk meminta, tapi adanya memberi zakat dan infaq. Tidak boleh meminta,” terang beliau.

Sebagaimana dilansir pps.unida.gontor.ac.id, Dr. Syamsuri, M.Sh., sebagai perwakilan Pusat Studi Pengembangan Ekonomi & Keungan Islam Pesantren (PUSPEKIN) UNIDA Gontor mengatakan, virtual market pesantren ini akan menguatkan ekonomi proteksi dan memudahkan pemenuhan kebutuhan internal antarpesantren di Indonesia. Dengan tamam.id, diharapkan Pondok Modern Darussalam Gontor akan menjadi pioneer penguatan ekonomi Islam di Indonesia.

Acara sosialisasi tamam.id
Rep.: Aghilatul Umuda
Red.: Mujib Abdurrahman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Lanjutkan membaca

Pelantikan Pengurus PC IKPM Gontor Magelang 2026–2031: Momentum Penguatan...

Magelang, 12 April 2026– Pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Keluarga Pondok Modern (PC IKPM) Gontor Magelang periode 2026–2031 menjadi momentum strategis dalam meneguhkan peran...

Halal bi Halal PC IKPM Gontor Solo Raya Tekankan...

Boyolali, 12 April 2026 — Dalam suasana hangat bulan Syawal, Pimpinan Cabang Ikatan Keluarga Pondok Modern (PC IKPM) Gontor Solo Raya menyelenggarakan kegiatan Halal...

SATU ABAD GONTOR: FORBIS IKPM Gontor Siapkan National Economic...

Jakarta,  10 April 2026 — Menyambut momentum bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor menggelar Rapat Pengurus Offline di...

Jadilah kekuatan untuk menjalin silaturahim

Bergabung bersama kami di PP IKPM Gontor . Anda bisa berkontribusi dalam menjalin silaturahim antarkeluarga pondok modern.