Gontor, 8 Juni 2026 – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan Tabligh Akbar pada Senin (08/06) di Lapangan Sepak Bola Kampus Pusat Gontor. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun berdirinya PMDG dan menghadirkan sejumlah da’i internasional, yaitu Al-Ustadz H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., Al-Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., Al-Ustadz H. Luqmanulhakim, S.E.I., M.M., serta Al-Ustadz H. Muhammad Fakhrurrazi Anshar, Lc., B.Sh., M.A., Ph.D.
Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, alumni Gontor tahun 2008, menyampaikan pesan-pesan yang sarat dengan nilai keikhlasan, pengabdian, dan pentingnya menjaga kesinambungan amal saleh.

Mengawali penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa segala pencapaian yang diraih para alumni dan keluarga besar Gontor pada hakikatnya merupakan buah dari keberkahan para guru. Kesuksesan seseorang tidak dapat dilepaskan dari jasa para pendidik yang telah menanamkan ilmu, nilai, dan keteladanan sepanjang perjalanan hidupnya.
Dalam konteks tersebut, beliau mengutip hadis Rasulullah ﷺ:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Man dalla ‘alā khairin falahū mitslu ajri fā’ilih.
“Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)
Hadis ini menggambarkan besarnya pahala yang diperoleh para guru dan pendidik. Setiap ilmu yang diajarkan dan diamalkan oleh murid akan terus mengalirkan pahala kepada orang yang mengajarkannya. Menurut beliau, Gontor telah mengajarkan kebaikan yang dibalut dengan keikhlasan serta menanamkan amal saleh yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Selain itu, Al-Ustadz Luqmanulhakim, alumni Gontor tahun 2003 asal Pontianak, turut menyampaikan tausiah inspiratif tentang kekuatan doa orang tua, perjuangan hidup, dan pentingnya berbagi untuk kemaslahatan umat. Beliau dikenal sebagai da’i nasional sekaligus pelopor Gerakan Sedekah Akbar Indonesia dan Gerakan Infaq Beras (GIB).

Mengawali tausiahnya dengan gaya yang hangat dan penuh humor, beliau mengungkapkan rasa harunya dapat kembali ke Gontor. Dengan nada bercanda, beliau menyebut dirinya seperti seekor singa yang kembali ke kandangnya lalu menjadi kucing, menggambarkan kedekatan emosionalnya dengan almamater tercinta.
Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa kesuksesan seorang santri tidak terlepas dari doa kedua orang tua.
“Santri yang sukses adalah berkat doa seorang ibu dan ayah,” ujarnya.
Beliau juga menceritakan masa sulit yang dialaminya setelah pulang dari Malaysia pada tahun 2012 tanpa membawa banyak harta dan harus menghadapi berbagai fitnah. Kepeduliannya muncul ketika melihat sebuah pesantren yang hanya mampu menyediakan beras pecah dan berkutu bagi para santrinya. Dari pengalaman tersebut lahirlah Gerakan Infaq Beras yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Sedekah Akbar Indonesia dan telah membantu ribuan pesantren serta santri di berbagai daerah.
Menutup tausiahnya, Ustadz Luqmanulhakim mengajak para santri untuk terus bersungguh-sungguh dalam belajar, menjaga keikhlasan, serta meyakini kekuatan doa dan amal kebaikan. Menurutnya, dengan doa orang tua, semangat menuntut ilmu, dan keteguhan dalam berjuang, setiap santri memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat serta melanjutkan perjuangan dakwah bagi umat di masa depan.
Tabligh Akbar ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan 100 Tahun PMDG. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pondok untuk terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat demi kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.
Reporter: Muhammad Irham Al-Qathani (Staf PP IKPM Gontor)
Reviewer: Muhammad Idris Ramli (Staf PP IKPM Gontor)
