Rabu, 27 Mei, 2026

Media Komunikasi Antarkeluarga Pondok Modern

Kuliah Akbar: Membangun Peradaban...

Surabaya, 18 Mei 2026 – Masjid Nuruzzaman PC IKPM...

PC IKPM Gontor Madiun...

Madiun, 10 Mei 2026 — Kajian Wali Santri PC...

Halal bi Halal PC...

Boyolali, 12 April 2026 — Dalam suasana hangat bulan...

Pererat Ukhuwah dan Teguhkan...

Gontor, 7 April 2026 — Masih dalam suasana bulan...

Idul Adha: Membuktikan Cinta kepada Allah Melalui Ketaatan, Pengorbanan, dan Ketakwaan

Tanggal:

Bagikan:

KHUTBAH PERTAMA

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله وحده لا شريك له، صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الأحزاب وحده، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الذي هدانا للإسلام، وجعل لنا من مواسم الطاعات ما نزداد به إيماناً وتقوى، نحمده سبحانه ونشكره على نعمه الظاهرة والباطنة، ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، الملك الحق المبين، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله الصادق الأمين، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد،

فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فإن تقوى الله خير زاد، وخير ما يدخره العبد ليوم المعاد.

قال الله تعالى:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

Jamaah Shalat Idul Adha Rahimakumullah

Pada pagi hari yang penuh keberkahan ini marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah Dia karuniakan kepada kita. Nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat keluarga, nikmat rezeki, dan nikmat kesempatan sehingga kita masih dipertemukan dengan Hari Raya Idul Adha yang agung.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umat yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Hari ini adalah hari yang mulia. Hari ketika jutaan kaum muslimin di seluruh dunia mengumandangkan takbir untuk mengagungkan Allah SWT. Hari ketika jutaan jamaah haji sedang menyempurnakan ibadah mereka di Tanah Suci. Hari ketika kaum muslimin menyembelih hewan kurban sebagai bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Namun jamaah sekalian,

Jika kita memahami Idul Adha hanya sebagai hari penyembelihan hewan kurban, maka sesungguhnya kita baru memahami kulitnya saja. Idul Adha adalah madrasah keimanan. Idul Adha adalah sekolah ketakwaan. Idul Adha adalah pelajaran tentang cinta, pengorbanan, kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Idul Adha mengajarkan bahwa keimanan bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan kesediaan untuk tunduk kepada Allah meskipun perintah-Nya berat bagi jiwa.

Hakikat Kehidupan Adalah Ujian

Jamaah rahimakumullah.

Salah satu pelajaran terbesar dari Idul Adha adalah bahwa kehidupan ini merupakan tempat ujian.

Allah SWT berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapa di antara kalian yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)

Allah tidak mengatakan siapa yang paling kaya. Allah tidak mengatakan siapa yang paling terkenal. Allah tidak mengatakan siapa yang paling tinggi jabatannya. Tetapi Allah mengatakan siapa yang paling baik amalnya. Artinya ukuran keberhasilan menurut Allah berbeda dengan ukuran manusia. Banyak manusia mengukur kesuksesan dari kekayaan.

Banyak manusia mengukur kemuliaan dari jabatan. Banyak manusia mengukur kebahagiaan dari kepemilikan dunia. Padahal ukuran kemuliaan di sisi Allah hanyalah ketakwaan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Ketika Allah Menguji Apa yang Paling Kita Cintai.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mengapa Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail?

Mengapa bukan hewan? Mengapa bukan harta? Mengapa bukan sesuatu yang lain? Karena Ismail adalah sesuatu yang paling dicintai oleh Ibrahim. Puluhan tahun beliau menunggu kehadiran seorang anak. Di usia yang tidak lagi muda, Allah mengaruniakan Ismail. Betapa besar rasa cinta beliau kepada putranya. Namun justru ketika cinta itu sedang tumbuh kuat, Allah menguji beliau.Inilah pelajaran yang sangat besar. Sering kali Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling dicintainya. Ada yang diuji dengan hartanya. Ada yang diuji dengan kesehatannya. Ada yang diuji dengan keluarganya. Ada yang diuji dengan pekerjaannya. Ada yang diuji dengan jabatannya. Ada yang diuji dengan bisnisnya. Karena Allah ingin melihat apakah hati kita lebih mencintai nikmat atau lebih mencintai Allah Sang Pemberi Nikmat. Hari ini mungkin Allah tidak meminta kita menyembelih anak sebagaimana Nabi Ibrahim. Namun Allah meminta kita mengorbankan berbagai hal yang menghalangi ketaatan. Mengorbankan kesombongan. Mengorbankan sifat kikir. Mengorbankan kemalasan. Mengorbankan maksiat. Mengorbankan kecintaan dunia yang berlebihan.

Ibrahim: Simbol Ketaatan Tanpa Syarat

Jamaah rahimakumullah,

Keistimewaan Nabi Ibrahim bukan karena beliau memahami seluruh rahasia perintah Allah.

Tetapi karena beliau taat sebelum memahami seluruh hikmahnya. Ketika datang perintah menyembelih Ismail, beliau tidak membantah. Beliau tidak menolak. Beliau tidak berdebat. Beliau tidak mencari alasan. Beliau tidak berkata: “Ya Allah, saya sudah tua.” “Ya Allah, saya sudah menunggu anak ini puluhan tahun.” “Ya Allah, bukankah saya sudah banyak berkorban?” Tidak.

Beliau tunduk sepenuhnya kepada Allah.

Inilah hakikat Islam. Islam berarti berserah diri kepada Allah. Allah berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Tidaklah pantas bagi laki-laki mukmin dan perempuan mukmin apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara lalu mereka masih memiliki pilihan lain.” (QS. Al-Ahzab: 36)

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin sejati mendahulukan perintah Allah di atas keinginan pribadinya.

Ismail: Potret Generasi Shalih

Jamaah yang dirahmati Allah,

Yang lebih mengagumkan adalah jawaban Nabi Ismail.

Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Subhanallah. Seorang anak muda yang siap menyerahkan dirinya demi menjalankan perintah Allah. Mengapa Ismail bisa seperti itu? Karena beliau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang bertauhid. Ini pelajaran penting bagi para orang tua. Di zaman sekarang banyak orang tua sibuk mempersiapkan masa depan dunia anak-anaknya. Mereka mencari sekolah terbaik. Mereka mencari kursus terbaik. Mereka mencari fasilitas terbaik. Semua itu baik. Tetapi jangan lupa menanamkan iman. Jangan lupa mengajarkan Al-Qur’an. Jangan lupa membiasakan shalat. Jangan lupa mendidik akhlak. Karena anak yang cerdas tanpa iman bisa tersesat. Tetapi anak yang beriman akan menjadi cahaya bagi keluarga dan masyarakat.

Keteladanan Hajar: Iman dan Tawakal

Jamaah sekalian,

Kita juga belajar dari Siti Hajar. Ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di lembah Makkah yang tandus, beliau bertanya:

“Apakah ini perintah Allah?”

Ketika Ibrahim menjawab “Ya”, maka Hajar berkata:

“Kalau demikian Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”

Kalimat ini sangat singkat tetapi mengandung makna yang luar biasa. Keimanan bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keimanan bukan berarti tidak memiliki kekhawatiran. Keimanan adalah tetap percaya kepada Allah meskipun kita belum melihat jalan keluarnya. Namun tawakal bukan berarti berpangku tangan. Hajar tetap berlari antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali mencari air. Beliau berusaha semaksimal mungkin. Lalu Allah menghadirkan air Zamzam. Dari sini kita belajar:

Berdoalah sekuat-kuatnya. Berusahalah semaksimal mungkin. Kemudian bertawakallah sepenuhnya kepada Allah.

Hakikat Kurban Menurut Al-Qur’an

Jamaah rahimakumullah,

Allah SWT berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini adalah inti dari ibadah kurban. Allah tidak membutuhkan darah. Allah tidak membutuhkan daging. Allah tidak membutuhkan kambing dan sapi kita. Yang Allah kehendaki adalah ketakwaan. Yang Allah kehendaki adalah hati yang tunduk. Yang Allah kehendaki adalah jiwa yang ikhlas. Karena itu kurban bukan perlombaan menunjukkan siapa yang paling kaya. Kurban bukan ajang pamer. Kurban adalah ibadah. Kurban adalah penghambaan. Kurban adalah bukti cinta kepada Allah SWT. Kurban Hawa Nafsu

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Hewan yang kita sembelih hari ini hanyalah simbol. Kurban yang sesungguhnya adalah menyembelih hawa nafsu. Menyembelih kesombongan. Menyembelih kedengkian. Menyembelih kebencian. Menyembelih kebakhilan. Menyembelih kemalasan. Menyembelih egoisme. Menyembelih kecintaan dunia yang berlebihan. Apa gunanya menyembelih sapi jika masih memakan hak orang lain? Apa gunanya menyembelih kambing jika masih gemar berbohong? Apa gunanya berkurban jika masih memutus tali silaturahmi? Karena tujuan akhir kurban adalah lahirnya manusia yang lebih bertakwa.

Idul Adha dan Kepedulian Sosial

Jamaah rahimakumullah,

Islam adalah agama yang menggabungkan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Kurban mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak boleh dinikmati sendiri. Masih banyak saudara kita yang hidup dalam kesulitan. Masih banyak anak yatim yang membutuhkan perhatian. Masih banyak fakir miskin yang membutuhkan uluran tangan. Melalui kurban, Islam mengajarkan solidaritas sosial. Rasulullah SAW bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka semangat berbagi jangan berhenti hari ini saja. Jadikan kepedulian sebagai karakter hidup seorang Muslim.

Penutup Khutbah Pertama

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita belajar dari Ibrahim tentang keikhlasan. Belajar dari Ismail tentang ketaatan. Belajar dari Hajar tentang tawakal. Belajar dari ibadah kurban tentang ketakwaan dan kepedulian sosial.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang bertakwa.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

KHUTBAH KEDUA

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد،

فيا عباد الله اتقوا الله حق تقاته.

Jamaah Idul Adha rahimakumullah,

Setelah kita mendengarkan pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar, marilah kita melakukan muhasabah terhadap diri kita masing-masing. Sudahkah Allah menjadi yang paling kita cintai? Sudahkah kita mendahulukan perintah Allah dibanding hawa nafsu? Sudahkah kita menjaga salat lima waktu? Sudahkah kita berbakti kepada kedua orang tua? Sudahkah kita memperhatikan tetangga dan saudara-saudara yang membutuhkan? Idul Adha hendaknya tidak berhenti sebagai seremonial tahunan. Idul Adha harus melahirkan perubahan. Dari lalai menjadi taat. Dari kikir menjadi dermawan. Dari egois menjadi peduli. Dari jauh menjadi dekat kepada Allah SWT.

Marilah kita jadikan rumah-rumah kita sebagai tempat tumbuhnya iman, tempat dibacanya Al-Qur’an, tempat ditegakkannya salat, dan tempat lahirnya generasi yang saleh sebagaimana keluarga Nabi Ibrahim AS.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.

اللهم تقبل منا صلاتنا وصيامنا وصدقاتنا وأضحياتنا وسائر أعمالنا الصالحة.

اللهم اجعلنا من عبادك المخلصين والمتقين والصالحين.

اللهم ارزقنا قلوباً خاشعة وألسنةً ذاكرة وأعمالاً متقبلة.

اللهم أصلح شباب المسلمين وشاباتهم، واحفظ أبناءنا وبناتنا من الفتن ما ظهر منها وما بطن.

اللهم بارك لنا في أرزاقنا وأعمارنا وأهلينا وأعمالنا.

اللهم اشف مرضانا ومرضى المسلمين وارحم موتانا وموتى المسلمين.

اللهم انصر الإسلام والمسلمين وأعل بفضلك كلمة الحق والدين.

اللهم احفظ بلادنا إندونيسيا خاصة وسائر بلاد المسلمين عامة من الفتن والمحن والزلازل والبلايا والأوبئة وسوء الأسقام.

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

عباد الله،

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد.

Download untuk pdf teks khutbah di atas pada link di bawah ini:

https://drive.google.com/file/d/1QUJCh2T4p07jgqVDFHkaI-xhA3mcGbfC/view?usp=sharing

Ditulis oleh: Al Ustadz Ilham Akbar, S.E (Anggota Forum Muballigh Alumni Gontor Cabang Cianjur).

  • Jelajahi tag ⟶
  • FMAG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Lanjutkan membaca

PC IKPM Gontor Subang menggelar Webinar Keislaman bertema “Qurban:...

Subang, 23 Mei 2026 - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Pondok Modern (PC IKPM) Gontor Subang...

Refleksi Spiritual dan Wasiat Perjuangan KH. Hasan Abdullah Sahal...

Makkah, 19 Mei 2026 — Dalam rangkaian acara Tajammu’ Hujjaj Gontor yang diselenggarakan di Hotel Shafwat Al Sharooq, KH. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan refleksi...

Fun Mini Soccer PC IKPM Gontor MADIUN: Merawat Ukhuwwah...

Madiun, 19 Mei 2026 - PC IKPM Gontor Madiun kembali menghadirkan kegiatan olahraga dan silaturrahim melalui agenda “Fun Mini Soccer PC IKPM Gontor MADIUN”...

Jadilah kekuatan untuk menjalin silaturahim

Bergabung bersama kami di PP IKPM Gontor . Anda bisa berkontribusi dalam menjalin silaturahim antarkeluarga pondok modern.