Kuala Lumpur, 6 Maret 2026 – Kerinduan akan suasana kekeluargaan khas Pondok Modern Darussalam Gontor kembali terobati. Setelah terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2019 di Masjid Jamek Kampung Baru, Pengurus Cabang Istimewa Ikatan Keluarga Pondok Modern (PCI IKPM) Gontor Malaysia kembali menggelar Silaturahmi Akbar dan Ifthar Jama’i pada Jumat (6/3).

Bertempat di Dewan Komuniti Taman Kota, Kuala Lumpur, kegiatan ini dihadiri sekitar 200 alumni Gontor dan tamu undangan dari berbagai latar belakang profesi serta lintas generasi. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali semangat ukhuwah, mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan jaringan alumni Gontor di Malaysia.
Sejak awal acara, suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa. Para alumni yang lama tidak berjumpa tampak saling menyapa, berbagi cerita, dan mengenang masa-masa mondok yang menjadi fondasi perjalanan hidup mereka.

Ketua Panitia, Al-Ustadz M. Triyono, Lc., dalam laporannya menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan buah dari semangat gotong royong para alumni.
“Ini semua tidak lain karena izin Allah serta dukungan donasi dan sponsorship dari berbagai unit usaha alumni di Malaysia. Kami sangat bersyukur banyak pihak turut berkontribusi, seperti Top Global, Ampera Raya, Djakarta, RM Padang SKJ (Sri Kumbang Jati), RM Padang Kayu Manih, dan berbagai usaha alumni lainnya,” ungkap beliau.
Beliau menambahkan bahwa partisipasi aktif para alumni menunjukkan kuatnya ikatan emosional yang masih terjaga dalam keluarga besar Gontor.
“Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama kita sebagai alumni,” tambah beliau.
Penyampaian laporan tersebut disambut dengan perhatian penuh dari para hadirin, sementara beberapa alumni terlihat saling tersenyum dan berbincang ringan, menambah hangatnya suasana pertemuan.

Ketua Umum PCI IKPM Malaysia, Al-Ustadz Muhammad Taufiq, BS., MIRKH., dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi alumni harus berdiri di atas tiga prinsip utama.
“Pertama, Li-i’laai Kalimatillah (لِإِعْلَاءِ كَلِمَةِ اللهِ), yaitu berjuang dengan penuh keikhlasan untuk meninggikan kalimat Allah. Kedua, memperkuat Ukhuwwah Islamiyah. Ketiga, menjadikan organisasi ini sebagai wadah pembelajaran dan kaderisasi bagi para alumni,” jelas beliau.
Menurut beliau, keberadaan organisasi alumni tidak sekadar sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang untuk saling belajar dan berkontribusi bagi umat.
“Kita semua adalah bagian dari keluarga besar Gontor. Dimanapun kita berada, nilai-nilai pondok harus tetap hidup dalam diri kita,” tegas beliau.
Pernyataan tersebut disambut dengan tepuk tangan para peserta yang menunjukkan dukungan terhadap arah kepengurusan organisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Penasehat PCI IKPM Malaysia, Al-Ustadz Rahmat Abu Seman, menyampaikan pesan penting mengenai tanggung jawab moral alumni Gontor.
Beliau menceritakan pengalamannya selama puluhan tahun dipercaya sebagai manajer di perusahaan energi nasional Malaysia, PETRONAS.
“Saya dipercaya memegang jabatan itu hanya dengan berbekal ijazah Gontor dan IPD. Ini menunjukkan bahwa kualitas alumni Gontor diakui oleh dunia profesional,” tutur beliau.
Beliau menegaskan bahwa setiap alumni membawa nama besar almamater di manapun berada.
“Dimanapun kita berada, kita membawa nama Gontor. Maka jagalah akhlak, integritas, dan amanah itu dengan sebaik-baiknya,” pesan beliau.
Saat kisah tersebut disampaikan, suasana ruangan menjadi lebih hening dan khidmat. Para peserta tampak menyimak dengan penuh perhatian.
Pesan serupa juga disampaikan oleh Al-Ustadz M. Masruh Ahmad, yang menekankan pentingnya ketakwaan sebagai fondasi utama dalam kehidupan alumni.
“Ilmu yang kita dapatkan di pondok bukan sekadar untuk diri sendiri, tetapi untuk memberi manfaat kepada umat. Karena itu, landasan utamanya haruslah ketakwaan kepada Allah,” ujar beliau.

Mengusung tema “Bulan Ramadhan Menyatukan Barisan”, acara ini berhasil mempertemukan berbagai generasi alumni, mulai dari angkatan senior hingga alumni yang baru menyelesaikan pendidikan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat kembali hubungan yang sempat terpisah oleh jarak, waktu, dan kesibukan masing-masing.
“Alhamdulillah, Ramadhan ini benar-benar menjadi momentum untuk menyatukan kembali hati kita. Rasanya seperti kembali ke pondok,” ungkap salah satu peserta dengan penuh haru.
Sepanjang acara, suasana kekeluargaan tampak begitu terasa. Tawa ringan, obrolan santai, dan pelukan persahabatan mewarnai setiap sudut ruangan.

Menjelang akhir acara, panitia menghadirkan quiz interaktif seputar kepondokmodernan yang langsung disambut antusias oleh para peserta. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga membangkitkan kembali kenangan masa mondok.
“Kita lihat siapa yang masih ingat pelajaran pondoknya,” ujar salah satu panitia yang memandu sesi quiz, disambut tawa para peserta.
Para pemenang quiz mendapatkan hadiah berupa kaos 100 Tahun Gontor, yang menjadi simbol kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar pondok.

Acara pun ditutup dengan suasana penuh keceriaan. Gelak tawa, obrolan hangat, dan kebersamaan para alumni menggambarkan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat persaudaraan dan nilai-nilai kepondokmodernan di tengah kehidupan diaspora alumni Gontor di tanah jiran.

Reporter: Muhammad Taufiq (Pengurus PCI IKPM Gontor Malaysia)
Reviewer: Staf PP IKPM Gontor
