Gontor, PP IKPM Gontor — Jejak kontribusi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dalam perkembangan seni kaligrafi kembali terlihat dalam Festival Kaligrafi Internasional yang resmi dibuka pada hari Selasa (8/9) pagi. Menghadirkan ratusan peserta dari kalangan santri dan masyarakat umum, festival ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus agenda terakhir sebelum acara puncak peringatan 100 Tahun Gontor

Festival yang berlangsung hingga 10 September 2026 tersebut menghadirkan pameran berbagai karya kaligrafi serta workshop yang membahas seputar kaligrafi. Banyak sekali peserta yang merupakan alumni dan anggota ForCreator diantaranya Al Ustadz Nanang Amrullah, Al Ustadz Nur Syamsi, Al Ustadz Salman, dan masih banyak lagi. Mereka turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang menjadi ruang apresiasi sekaligus edukasi bagi para pecinta kaligrafi.

Dalam sambutannya, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar momentum seremonial.
“Kiai selalu mengingatkan bahwa ini bukan ‘perayaan’, tetapi ini adalah ‘peringatan’, sehingga kita mampu mensyukuri,” ungkap beliau.
Beliau juga menjelaskan bahwa kaligrafi bukanlah hal baru bagi Gontor. Khat telah menjadi bagian dari sejarah Pendidikan Gontor dan sejak dahulu telah diajarkan secara resmi dalam kurikulum.
“Gontor tidak hanya ingin menulis atau melukis seni yang indah di atas kertas, tetapi di abad kedua, Gontor juga ingin melukis peradaban yang indah,” jelas beliau.

Semangat tersebut turut disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. K.H. Didin Sirojuddin AR, M.Ag., alumni Gontor yang hingga kini berkiprah dalam pengembangan kaligrafi. Menurut beliau, Gontor memiliki posisi penting dalam menjadikan kaligrafi sebagai bagian dari pendidikan pesantren.
“Satu-satunya pesantren yang resmi memasukkan pelajaran kaligrafi di dalam kurikulumnya adalah Pondok Modern Darussalam Gontor,” tutur beliau.
Lebih dari sekadar seni, beliau menilai kaligrafi memiliki nilai pendidikan yang kuat. Seperti pendidikan kesabaran, ketekunan, dan kreativitas. Beliau berharap perkembangan kaligrafi turut memberikan kontribusi dalam memperindah wajah Indonesia.
Kehadiran alumni dalam festival ini menjadi bukti bahwa nilai dan tradisi yang ditanamkan Gontor terus dibawa dan dikembangkan oleh para alumninya. Melalui kaligrafi, kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan dalam karya seni, tetapi juga dalam pendidikan, kebudayaan, dan upaya membangun peradaban yang lebih indah.
Reporter: Daniel Muhammad Taqi (Staf PP IKPM Gontor)
Reviewer: Staf PP IKPM Gontor
