Rabu, 24 Juli, 2024

Media Komunikasi Antarkeluarga Pondok Modern

Pelatihan Fiqih Qurban: Mengembalikan...

Ponorogo, 9 Juni 2024 – Dalam upaya meningkatkan pemahaman...

Pelatihan Fiqh Jenazah: Meningkatkan...

Ponorogo, 19 Mei 2024 – Bidang Pendidikan & Dakwah...

Silaturrahim dan Konsolidasi PP...

Senin, 19 Februari 2024/ 6 Sya'ban 1445, Pimpinan Pusat...

Perkuat Ukhuwwah Jelang Usia...

DARUSSALAM- Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terkenal dengan alumninya...

Jawab “Ke Gontor Apa Yang Kau Cari?”, IKPM Gontor Cabang Sidoarjo Gelar Acara BEST DAY

Tanggal:

Bagikan:

Sidoarjo – Sebuah pertanyaan yang tak asing bagi siapapun yang pernah menginjakkan kaki di Pondok Modern Darussalam Gontor adalah “Ke Gontor apa yang kau cari?” Dan Bimago IKPM Gontor Cabang Sidoarjo mengajak para santri bimbingan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut dalam sebuah event BEST DAY, Bimago Educational Soft Skill Day.

Berangkat dari Kantor Ketua IKPM Gontor Cabang Sidoarjo, Perumahan Pondok Mutiara Sidoarjo Jumat (18/12/2020) pagi, 64 peserta dan 27 panitia yang terdiri dari Angkatan Muda IKPM Sidoarjo menuju Villa Emak, Kemloko Kec. Trawas, Mojokerto dengan menggandeng Tigo Adventure.

Para wali cukup mengantarkan peserta sampai titik pemberangkatan dan di situlah kemandirian mulai dilatih sesuai dengan jiwa pondok berdikari. Peserta yang sehari-harinya belajar per zona di beberapa tempat kini dihimpun menjadi satu dalam event yang menyulap lokasi villa menjadi suasana pondok lengkap dengan penamaan gedung, masjid serta tulisan-tulisan falsafah pondok di sekitar kawasan.

Kegiatan yang dipandegani oleh Ustadz Haila Taqwa Qulub ini mempunyai visi melahirkan santri mandiri, percaya diri, bertekad kuat, berlandaskan nilai Islam. Maka BEST DAY diisi dengan aktifitas yang bersifat menanamkan jiwa kompetitif.

Di awal kegiatan, tampak beberapa panitia berpakaian khas Pondok Modern Darussalam Gontor baik putra maupun putri lengkap dengan atributnya. Hal ini menurut Haila untuk mengenalkan salah satu budaya Pondok Modern dalam tata cara berpakaian, dan memang salah satu misinya adalah mengenalkan budaya pondok kepada peserta.

Beberapa kegiatan dan sunnah-sunnah Pondok Modern diusung dan diterapkan dalam BEST DAY. Sejak awal peserta sudah mendapat kejutan berupa Custom House untuk melatih hidup mandiri dan sederhana dengan membatasi barang dan pakaian yang boleh digunakan selama BEST DAY.

Aktifitas Pondok Modern lainnya berupa Muhadharah (Latihan Pidato) juga dikenalkan dengan menampilkan contoh pidato tiga bahasa oleh ustadz dan ustadzah panitia.

BEST DAY juga mengenalkan alam pendidikan pondok dengan kegiatan sehari-harinya seperti jadwal shalat berjama’ah di masjid dan di kamar, membaca Al-Quran, kosakata Bahasa Arab setiap pagi, muhadatsah, olahraga yang dikemas selama tiga hari dua malam berakhir di hari Ahad.

BEST DAY mengemas semua kegiatan sesuai dengan falsafah Pondok yaitu apa yang dilihat, didengar dan dirasakan adalah pendidikan.

Menurut wakil ketua IKPM Sidoarjo Ustadz Ilman Aji Ibrahim, S.Pd.I, kegiatan BEST DAY ini bukan hanya bertujuan untuk mendidik para santri bimbingan Bimago saja, melainkan juga diagendakan untuk menggembleng Angkatan Muda IKPM di tingkat lanjutan setelah mereka mendapatkan pelatihan Self Development pada beberapa bulan lalu.

Angkatan muda dituntut untuk memberikan kontribusi yang positif dengan memberikan penguatan materi pengajaran Bimago, memberi motivasi kepada peserta untuk semangat belajar di Pondok, membiasakan basic life skill dan penguatan mental atau soft skill.

Selain mengenalkan budaya pondok, BEST DAY juga menanamkan kepondokmodernan serta men-sugesti-kan nilai dan tujuan yang absolut.

Tampak di sore hari pertama, peserta diajak oleh Ustadz Andrian Wicaksono, SE untuk menjadi santri hebat. “Santri hebat itu sesuai dengan motto Pondok Modern yaitu berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas,” tutur CEO and Founder EMAK Omah Kaweruh ini dalam memotivasi peserta.

Dan pada sesi menjelang tidur malam, Ustadz Rozaq Akbar, S.Fil.I tampil di hadapan peserta dengan tampilan slide yang bertuliskan ‘Nek Aku Santri Kate Lapo?’ (Kalau aku santri mau apa).

Ia mengajak peserta untuk mengetahui kewajiban apa saja yang harus diemban oleh santri dan bagaimana seharusnya menjadi santri. Ia menyampaikan bahwa santri sejati harus tertanam Panca Jiwa dalam dirinya yaitu Keikhlasan, Kesederhanaan, Ukhuwwah Islamiyah, Berdikari dan Kebebasan.

“Santri itu bebas, bebas dari ketergantungan dari sesama makhluk, bebas dari ketertindasan, bebas dari keterpaksaan,” tegasnya kepada para peserta.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 4 Porong Sidoarjo ini juga memberi motivasi tentang cara belajar efektif dan kiat sukses menuntut ilmu dengan mengadopsi pelajaran Hadits dan Mahfudzat yang diperoleh dari Gontor.

Menu khas materi Bimago Al-Imla’ dan Al-Quran disampaikan di pagi hari kedua dengan diselingi ukhuwwah building yang langsung dihandle oleh panitia dari Angkatan Muda IKPM Sidoarjo yang memang sudah dilatih untuk menjadi trainer outbond dan outdoor learning.

Dan pada malam harinya BEST DAY menghadirkan Ustadz Fuad Syukri Zaen, M.Ed dengan tajuk “Santri Bisa Apa”. Ia membakar semangat peserta dengan menyajikan beberapa tayangan audio visual tentang kiprah para alumni Gontor di tingkat nasional dan internasional. Harapannya wawasan ini akan memunculkan sifat pantang menyerah dan jiwa kompetitif pada peserta.

Sebagai owner Faza Convection, ia memberi doorprize kepada peserta berupa jaket dan kaos untuk yang bisa menjawab pertanyaan darinya. Sontak para peserta bersemangat dan berlomba untuk mendapatkannya.

Ketua IKPM cabang Sidoarjo Dr. Eko Asmanto, M.Phil. merencanakan BEST DAY ini bukan hanya menyentuh calon santri saja, melainkan juga mempersiapkan mental calon wali santri yang akan mempercayakan putra-putrinya ke Pondok Modern Darussalam Gontor.

Para wali pun tak luput dari garapan BEST DAY. Panitia menyiapkan dua sesi seminar Hypno Parenting yang disajikan oleh Ketua IKPM Sidoarjo Ustadz Dr. Eko Asmanto, M.Phil dan dilanjutkan dengan kristalisasi materi oleh wakil ketua IKPM Sidoarjo Ustadz Ilman Aji Ibrahim, S.Pd.

Sesi pertama, Dr. Eko Asmanto, M.Phil menyampaikan tentang Ke Gontor Apa Yang Kau Cari dari sudut pandang wali santri. ia memberi wawasan sikap wali santri dalam mempercayakan pendidikan anaknya ke Gontor.

“Dari 21 cabang Pondok Modern Darussalam Gontor itu tidak ada Gontor KW,” kelakarnya dalam menjelaskan bahwa kualitas Gontor dan cabang-cabangnya itu semua sama, tidak ada perbedaan manajemen ataupun sistemnya.

Adapun Ustadz Ilman dalam sesi berikutnya menguatkan para orang tua untuk lebih memprioritaskan pendidikan anak, karena anak adalah anugerah yang harus disyukuri dan diperlakukan dengan baik sebagai amanah dari Sang Pencipta.

Ia menyampaikan bahwa anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan dari keluarga yang mana, seandainya bisa tentunya ia memilih dilahirkan dari orang tua yang hebat. Maka orang tua dituntut untuk memantaskan dirinya sebagai figur kesalehan bagi anaknya.

Para wali diundang ke aula villa Emak Trawas pada Ahad pagi sekaligus menjemput putra-putrinya. Sementara di waktu yang sama para peserta diajak berpetualang ke kaki gunung Penanggungan sekaligus kegiatan outbond.

Menjelang berakhirnya seminar, para peserta diinstruksikan untuk segera mandi dan berganti pakaian resmi dengan durasi waktu yang cukup singkat mirip dengan kebiasaan di Gontor yang tidak memerlukan waktu lama untuk berganti kegiatan. Mereka diminta berbaris menjadi dua kelompok putra dan putri menghadap pintu rolling door di depan dan samping aula yang tertutup selama seminar berlangsung.

Hypno parenting pun berakhir dengan banjir air mata. Pintu rolling door tiba-tiba dibuka dan para orang tua menyaksikan barisan putra-putrinya yang tiga hari dua malam berpisah dengannya mempersembahkan sebuah lagu berjudul Cinta Kasih Bunda, sebuah Nasyid yang dipopulerkan oleh Gontor Voice melalui Kanal Youtube Gontor TV.

Sebuah syair lagu yang berisi tentang harapan dan doa dari seorang anak santri untuk ibunda, tentang pengorbanan ibunda yang selalu terkenang oleh anak yang sedang terpisah jauh dengan ibunda karena menuntut ilmu.

Grup Whatsapp yang menghubungkan antara panitia dan orang tua peserta pun banjir ucapan terima kasih dan curahan rasa haru.

“Tiga hari yang luar biasa, terima kasih untuk semua asatidz, haru biru hari ini, setelah tiga hari kakak mendapatkan bekal, dengan mengucap bismillah semoga kakak istiqamah sampai dengan waktu yg di tentukanNya,” ungkap Bunda Hazar Istikomawati, wali dari Habiburrahman Dzaki Amran.

“Senyum bahagia di bibir kita, rasa haru berada di pelupuk mata, kami ikhlas untuk menangis hari ini, menanti bahagia di hari kelak nanti,” tambahnya.

“Self motivation adalah acara yang saya nantikan, membuat semangat saya untuk masuk Gontor semakin berkobar,” ujar Naila Fathin salah satu peserta BEST DAY.

BEST DAY juga menjadi ajang silaturrahim dan malam keakraban bagi warga IKPM Sidoarjo, Surabaya dan sekitar, baik yunior maupun senior. (Rozaq Akbar – Bidang Dakwah dan Pendidikan IKPM Sidoarjo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Lanjutkan membaca

Memahami Arti “Penting dan Kepentingan” dalam Pelantikan Pengurus Baru...

Pangandaran, 21 Juli 2024 – Dalam rangka menyambut peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), telah diadakan acara pelantikan pengurus baru Pimpinan Cabang...

Kebangkitan IKPM Malaysia di MUSCAB XII: Regenerasi dan Ukhuwah...

Kuala Lumpur, 22 Juni 2024 – Musyawarah Cabang (MUSCAB) ke-XII Pimpinan Cabang Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Malaysia sukses digelar di Universitas Islam Antarbangsa...

Pelantikan PC IKPM Dumai: Memperkuat Peran Alumni dalam Pengembangan...

Dumai, 14 Juni 2024 - Pada Jumat malam, 14 Juni 2024, yang bertepatan dengan 7 Dzulhijjah 1445 H, Pendopo Sri Bunga Pemerintah Kota Dumai...

Jadilah kekuatan untuk menjalin silaturahim

Bergabung bersama kami di PP IKPM Gontor . Anda bisa berkontribusi dalam menjalin silaturahim antarkeluarga pondok modern.