Sabtu, 13 Juli, 2024

Media Komunikasi Antarkeluarga Pondok Modern

Pelatihan Fiqih Qurban: Mengembalikan...

Ponorogo, 9 Juni 2024 – Dalam upaya meningkatkan pemahaman...

Pelatihan Fiqh Jenazah: Meningkatkan...

Ponorogo, 19 Mei 2024 – Bidang Pendidikan & Dakwah...

Silaturrahim dan Konsolidasi PP...

Senin, 19 Februari 2024/ 6 Sya'ban 1445, Pimpinan Pusat...

Perkuat Ukhuwwah Jelang Usia...

DARUSSALAM- Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terkenal dengan alumninya...

FORBIS IKPM Gontor Aceh Kembangkan Bisnis Alpukat Wina

Tanggal:

Bagikan:

Aceh — Melalui Forum Bisnis (FORBIS) alumni, IKPM Aceh telah memulai pembibitan bibit alpukat Wina di Banda Aceh. Saat ini, sekitar 2.000 batang sedang dalam masa perawatan sebelum nantinya bisa dipasarkan pada bulan September-Oktober sehingga bisa memenuhi sebagian dari kebutuhan bibit alpukat pada musim tanam tahun ini yang akan jatuh pada bulan November-Desember 2017.

received_1971872333054661

Bukan tanpa alasan varietas Wina ini dipilih di antara banyak varietas unggul lainnya. Di antara sekian kelebihannya adalah bersifat genjah/cepat berbuah (sekitar 3-4 tahun sejak tanam) dengan potensi produksi minimal 200-300 kg/pohon pada usia 7-8 tahun.

Dengan bobot rata-rata antara 8 ons s/d 1,6 kg per buah, alpukat jenis ini juga tidak cepat masak (bisa bertahan 12-14 hari sejak petik) sehingga sangat menguntungkan dalam proses pengiriman ke lokasi penjualan sebelum akhirnya bisa dinikmati konsumen. Soal rasa dan warna bisa diadu dengan varietas lain. Warna daging alpukat Wina kuning seperti mentega, dagingnya sangat tebal dengan tekstur lembut tanpa serat dengan rasa sedikit manis.

Bagaimana dengan harga jual buah alpukat Wina ini? Jika berpatokan dengan harga di tingkat petani saat ini (sekitar Rp 20.000/kg), maka satu pohon saja sudah berpotensi menghasilkan Rp 4-6 juta/tahun sejak pohon berusia 7 tahun. Dengan pola budidaya yang benar dan agro-climate yang tepat, produksi per pohon tentu akan bertambah pada usia 8 tahun ke atas.

Jadi, jika ditanam 10 pohon, maka setiap tahunnya akan berpotensi untuk menerima pendapatan pasif (passive income) antara Rp 40-60 juta. Bagaimana kalau ditanam 100 batang? Tentu akan menjadi sebuah karya yang sangat potensial dan cerdas.

Narasumber Berita dan Foto: Muzakkir Hanka (085371909549)/Mahyudin (085270403065)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Lanjutkan membaca

Kebangkitan IKPM Malaysia di MUSCAB XII: Regenerasi dan Ukhuwah...

Kuala Lumpur, 22 Juni 2024 – Musyawarah Cabang (MUSCAB) ke-XII Pimpinan Cabang Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Malaysia sukses digelar di Universitas Islam Antarbangsa...

Pelantikan PC IKPM Dumai: Memperkuat Peran Alumni dalam Pengembangan...

Dumai, 14 Juni 2024 - Pada Jumat malam, 14 Juni 2024, yang bertepatan dengan 7 Dzulhijjah 1445 H, Pendopo Sri Bunga Pemerintah Kota Dumai...

Khutbah Idul Adha, 10 Dzulhijah 1445 H Idul Adha :...

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَاَبْدَرَ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ صَامَ صَائِمٌ وَاَفْطَرْ...

Jadilah kekuatan untuk menjalin silaturahim

Bergabung bersama kami di PP IKPM Gontor . Anda bisa berkontribusi dalam menjalin silaturahim antarkeluarga pondok modern.