Gontor, 21 Juni 2026– Hari kedua Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah dan Muballigh Alumni Gontor dalam rangkaian Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) diisi dengan pembahasan strategis mengenai pengembangan perguruan tinggi pesantren, penguatan sistem wakaf, serta konsolidasi jejaring alumni sebagai fondasi memasuki abad kedua perjalanan Gontor.
Kegiatan diawali dengan sambutan Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. selaku Ketua Umum Peringatan 100 Tahun Gontor sekaligus Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Konsorsium Perguruan Tinggi Pesantren yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. sebagai bentuk komitmen memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi berbasis pesantren di Indonesia.
Dalam sesi sosialisasi perguruan tinggi pesantren, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi menjelaskan bahwa pendidikan di lingkungan pesantren memiliki karakter yang khas karena tidak hanya berorientasi pada proses transfer ilmu di ruang kelas, tetapi juga pembentukan kepribadian melalui sistem kehidupan berasrama selama 24 jam.

Menurut beliau, “Pendidikan lebih penting dari pengajaran.” Sebab tujuan utama pendidikan adalah membentuk manusia yang memiliki mentalitas, moralitas, serta kemampuan hidup yang utuh dan seimbang. Beliau juga menegaskan bahwa perguruan tinggi pesantren harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tetap berpijak pada nilai-nilai kepesantrenan.
Sesi berikutnya mengangkat tema wakaf sebagai fondasi keberlanjutan perguruan tinggi. Assoc. Prof. Dr. Much Hasan Darojat, Rektor Universitas Darunnajah, menekankan pentingnya menjadikan wakaf sebagai bagian dari visi jangka panjang universitas. Senada dengan itu, Ustadz Prof. Royyan Ramdhani Djayusman, S.H.I., M.A., Ph.D. menjelaskan bahwa model universitas wakaf dibangun atas prinsip kebermanfaatan dan keberlanjutan, bukan semata mengejar keuntungan finansial. Sebagai ilustrasi kemandirian ekonomi yang ingin diwujudkan, beliau menyampaikan, “Target UNIDA sumber pendapatannya 0% berasal dari mahasiswa.”

Melalui forum ini, para peserta menegaskan komitmen untuk memperkuat ekosistem perguruan tinggi pesantren yang unggul, mandiri, dan berkelanjutan melalui sinergi kelembagaan, pengelolaan wakaf yang profesional, serta penguatan jaringan alumni sebagai modal strategis menghadapi tantangan masa depan.
Reviewer: Azra Bey Fananie (Staf PP IKPM Gontor) Reporter: Daniel Muhammad Taqi (Staf PP IKPM Gontor)
