Mataram, PC IKPM Gontor Lombok — Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama PC IKPM Gontor Lombok menggelar kegiatan Oase Wakaf 2026 di Grand Madani Hotel, Mataram, Jumat, 26 September 2026, pukul 09.15–13.30 WITA.
Kegiatan ini mengangkat konsep pengelolaan aset wakaf secara produktif, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga untuk mengembangkan potensi ekonomi yang berkelanjutan. Keuntungan yang dihasilkan dari pengelolaan tersebut diharapkan dapat disalurkan secara berkesinambungan untuk mendukung pendidikan, kegiatan sosial, serta kemandirian umat.
Kegiatan yang mengusung tema “Waqf-Based Business Strategy for Pesantren” ini dihadiri oleh KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. (Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Sekjen FPAG) dan Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kesba (Pakar Ekonomi Islam Al-Azhar Kairo), dengan moderator TGH. Sazali, Lc., M.A. (Pimpinan Ponpes Thoha Langko, Ketua Umum PC IKPM Gontor Lombok).
Mengusung tema tersebut, kegiatan ini menegaskan bahwa wakaf bukan sekadar aset yang dipertahankan, tetapi merupakan amanah yang perlu dikelola secara produktif agar manfaatnya dapat terus tumbuh dan memberikan kemaslahatan yang berkelanjutan.
Integrasi wakaf dan bisnis menjadi ikhtiar strategis dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui tata kelola yang profesional, penguatan SDM, inovasi usaha, serta optimalisasi aset wakaf.
Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan Prof. Mustofa Dasuki Kesba bahwa pengelolaan wakaf perlu improvisasi. Menurutnya, hukum-hukum dalam fiqih wakaf lebih banyak bersifat ijtihadiyyah qiyasiyyah sehingga terbuka untuk inovasi produktif.

Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta dari pimpinan pesantren di NTB, serta dihadiri perwakilan Bank Indonesia NTB, BWI Perwakilan NTB, MIM Foundation, dan FPAG se-NTB. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pengembangan wakaf produktif.
Reporter: Tim Media PC IKPM Gontor Lombok
Reviewer: Staf PP IKPM Gontor
