Gontor, 19 Juni 2026 – Sesi Pengenalan Produk dan Bisnis dalam rangkaian kegiatan FORBIS National Economic Summit & Expo 2026 menjadi ajang berbagi pengalaman dan inspirasi bagi para peserta. Sejumlah alumni mempresentasikan produk serta usaha yang mereka kembangkan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam bidang teknologi, keuangan, konsultasi bisnis, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Bukhori memperkenalkan Epployee, sebuah teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoordinasikan para pekerjanya secara lebih efektif. Produk ini memiliki beberapa modul unggulan, di antaranya Smart Attendance untuk sistem presensi yang lebih cerdas, Smart Assistant sebagai asisten digital dalam mendukung pekerjaan, serta Smart Emotion yang membantu memahami kondisi emosional karyawan guna meningkatkan produktivitas dan kenyamanan kerja.
Selanjutnya, Al-Ustadz Khoirur Rooziqin memperkenalkan perusahaan yang dipimpinnya, PT Dinar Khoirur Rooziqiin, yang bergerak dalam bidang investasi emas. Beliau menjelaskan bahwa tujuan utama perusahaan tersebut adalah membantu memperkuat kondisi keuangan masyarakat dan umat. Menurutnya, emas merupakan instrumen investasi yang memiliki nilai stabil dalam jangka panjang. “Yang turun bukan nilai emasnya, tetapi nilai uang itu sendiri,” ungkapnya.
Presentasi berikutnya disampaikan oleh perwakilan PT Amira Primal Arsyindo, perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan, konsultasi, dan audit. Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan pengembangan manajemen dan pendampingan usaha. Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia usaha, perusahaan tersebut juga menawarkan seminar gratis bagi sepuluh perusahaan pertama dengan jumlah peserta tanpa batas.
Sementara itu, Primagen memperkenalkan produk tes sidik jari yang bertujuan membantu seseorang mengenali potensi dirinya. Melalui layanan ini, peserta dapat mengetahui metode belajar yang sesuai, memahami karakter pribadi, memperoleh rekomendasi jurusan atau fakultas yang cocok untuk pendidikan tinggi, serta memahami cara berinteraksi dan menyikapi orang lain secara lebih efektif.
Pada sesi diskusi, para narasumber juga menekankan pentingnya strategi dalam membangun usaha. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah pentingnya menentukan waktu yang tepat saat meluncurkan produk agar dapat diterima pasar dan mampu bertahan dalam persaingan. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengembangkan bisnis digital yang memiliki keunikan dan sulit ditiru oleh kompetitor sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat.

Melalui sesi ini, para peserta memperoleh wawasan baru mengenai peluang bisnis, inovasi teknologi, serta pentingnya membangun usaha yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan umat.
Reporter: Muhammad Irham Al Qathani (Staf PP IKPM Gontor)
Reviewer: Muhamad Ainu Rozi (Staf PP IKPM Gontor)
