Gontor, 19 Juni 2026 – Kegiatan silaturrahim FORMAQIN ke PP IKPM Gontor berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Acara ini dilaksanakan di Kantor PP IKPM Gontor yang menghadirkan Ketua dan Sekretaris PP IKPM Gontor yang membahas sejarah perkembangan Gontor, peran IKPM, serta kontribusi alumni dalam membangun masyarakat dan umat.
Dalam pemaparannya, Al-Ustadz Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag. menjelaskan bahwa berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan perjuangan kolektif para pendirinya. Seiring perjalanan waktu, lahirlah berbagai nilai dan pedoman kehidupan seperti Panca Jiwa, Panca Jangka, serta falsafah hidup yang menjadi fondasi pendidikan Gontor hingga saat ini.

Beliau menegaskan bahwa luasnya jaringan persaudaraan alumni Gontor di berbagai daerah bahkan negara merupakan buah dari penerapan nilai-nilai Panca Jiwa yang ditanamkan kepada seluruh santri. Menurutnya, kehidupan di Gontor selalu dinamis dan terus berkembang sesuai kebutuhan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasarnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa ketika wakaf Pondok Gontor diserahkan, penerima wakaf pertama berjumlah 15 orang yang merupakan IKPM. Ia menambahkan bahwa perkembangan Gontor pada masa awal berlangsung tanpa adanya contoh lembaga lain yang dapat dijadikan acuan. Bahkan saat ini, banyak lembaga pendidikan yang mengadopsi dan meniru sistem pendidikan Gontor.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa IKPM pernah mengalami masa pembekuan sebelum akhirnya dihidupkan kembali. Dalam perkembangannya, sekitar satu dekade terakhir IKPM mulai membentuk berbagai forum alumni, diawali dengan Forum Bisnis (FORBIS), kemudian Forum Mubaligh Alumni (FMA), Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), hingga Forum Olahraga Darussalam Gontor (FORDA). Keberadaan forum-forum tersebut menjadi wadah pengembangan potensi dan penguatan silaturahim alumni di berbagai bidang.
Sementara itu, Al Ustadz Dr. H. Umar Said Wijaya, M.Pd. menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Gontor menerapkan konsep pendidikan holistik yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan. Menurutnya, santri Gontor dididik untuk menjadi perekat umat yang mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Beliau juga menegaskan bahwa perhatian Gontor terhadap para santrinya tidak berhenti setelah mereka lulus. Para alumni tetap dinaungi dan dipersatukan melalui IKPM sebagai wadah silaturahim dan pengabdian.
Senada dengan hal tersebut, Al- Ustadz Umarul Faruq selaku Ketua FORMAQIN menyampaikan apresiasinya terhadap IKPM yang memiliki berbagai forum alumni sebagai sarana pengembangan dan pemberdayaan alumni. Ia berharap kegiatan silaturahim FORMAQIN ini dapat semakin mempererat hubungan antaralumni serta memperkuat kontribusi mereka dalam membangun umat dan masyarakat.
Reporter: Muhammad Irham Al Qathani (Staf PP IKPM Gontor)
Reviewer: Muhammad Ainu Rozi (Staf PP IKPM Gontor)
