Brebes, 14 Agustus 2026 — Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP IKPM) Gontor melaksanakan silaturrahim bersama santri dan santriah Musthofa Asy’ari di Brebes, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, menyambung komunikasi, serta menguatkan semangat perjuangan dalam dunia pendidikan pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Wakaf, Al Ustadz Musthofa Asy’ari, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya silaturrahim. Beliau mengungkapkan bahwa pesantren mulai dibuka pada tahun 2021, ketika pandemi Covid-19 masih berlangsung. Meskipun pertumbuhan dan perkembangan pondok belum begitu cepat, beliau berharap keberadaannya senantiasa memberikan keberkahan dan manfaat bagi umat.
Beliau juga berharap agar silaturrahim yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara keluarga besar pesantren dan alumni Gontor.

Sementara itu, Al Ustadz H. Saepul Anwar, M. Pd. dalam penyampaiannya menekankan bahwa pendidikan pesantren memiliki tujuan yang lebih luas dibandingkan pendidikan umum. Proses pendidikan yang dijalani santri tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga untuk membentuk pribadi yang memiliki cita-cita menjadi mundzirul qoum, yaitu pribadi yang mampu memberikan bimbingan dan manfaat bagi umat.
Beliau menjelaskan bahwa kemajuan Gontor bukan semata-mata karena kehebatan santri maupun kiainya, melainkan juga karena doa dan keikhlasan yang senantiasa mengiringi perjuangan. Oleh karena itu, santri hendaknya memahami bahwa belajar merupakan bagian dari perjuangan untuk menegakkan agama Allah SWT.

Dalam proses tersebut, mujahadah menjadi salah satu nilai penting. Kesungguhan dalam belajar harus dilakukan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Selain itu, keikhlasan guru dan santri menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pendidikan di pondok. Metode pendidikan memang penting, namun keikhlasan dalam mendidik dan belajar menjadi fondasi yang tidak kalah penting.
Beliau juga mengingatkan pentingnya tawakkal kepada Allah SWT. Setelah melakukan ikhtiar dengan sungguh-sungguh, seorang santri hendaknya menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan bahwa orang yang bertawakkal akan dicukupkan oleh-Nya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pendidikan Gontor tidak hanya bertujuan mencetak pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki keimanan dan akhlak. Gontor berupaya mencetak Mukmin, Muslim, dan Muhsin sebagai bekal untuk menjalankan peran di tengah masyarakat.
Kegiatan silaturrahim ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, menumbuhkan semangat mujahadah, serta menguatkan komitmen bersama dalam melanjutkan perjuangan pendidikan dan dakwah demi kemaslahatan umat.
Reporter: Muhammad Idris Ramli Abdul Karim (Staf PP IKPM Gontor)
Reviewer: Muhammad Irham Al Qathani (Staf PP IKPM Gontor)
