Minggu, 28 Juni, 2026

Media Komunikasi Antarkeluarga Pondok Modern

PP IKPM Gontor Perkuat...

Gontor, 21 Juni 2026–Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah dan...

Perguruan Tinggi Pesantren dan...

Gontor, 21 Juni 2026– Hari kedua Sarasehan Nasional Kiai...

Urgensi Kesehatan Komunitas Menguatkan...

Gontor, 20 Juni 2026 – Memasuki sesi malam Sarasehan...

Penutupan Sarasehan Nasional Kiai...

Gontor, 21 Juni 2026 — Setelah berlangsung selama dua...

Pesantren Didorong Menjadi Pilar Peradaban Bangsa Dalam Sarasehan Nasional Kiai Pesantren dan Muballigh Alumni Gontor

Tanggal:

Bagikan:

Gontor, 20 Juni 2026 – Gagasan besar mengenai arah pengembangan pesantren untuk menjawab tantangan masa depan bangsa mengemuka dalam Sarasehan Nasional sesi pertama dengan tema “Membedah Peta Jalan Pesantren Untuk Masa Depan Bangsa”. Forum ini menghadirkan empat narasumber, yakni K.H. Mahfudz Hudlori, M.H.I., Dr. H. Ahmad Suharto, S.Ag., M.Pd.I., Dr. K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., dan Dr. K.H. Lalu Zulkifli Muhadli, B.A., S.H., M.M.



K.H. Mahfudz Hudlori, M.H.I. membuka pemaparannya dengan membagikan pengalaman dakwah dan pengabdian di Cirebon, sekaligus menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi alumni Gontor dalam mengembangkan pesantren di berbagai daerah. Sementara itu, Dr. Ahmad Suharto menegaskan bahwa usia 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bukanlah titik akhir, melainkan awal perjalanan yang lebih besar.

“Bagi sebuah lembaga pendidikan seperti Gontor, usia 100 tahun itu usia yang muda. Ini masih merupakan langkah-langkah awal menuju langkah yang lebih jauh lagi. Ibarat kita akan berjalan ke Mekah, kita baru sampai di Jakarta.” Ujar beliau.

Pada kesempatan yang sama, Dr. K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. memaparkan perkembangan jejaring Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) yang kini menghimpun sekitar 1.400 pesantren di seluruh Indonesia. Ia juga menjelaskan berbagai program penguatan sumber daya manusia (SDM), beasiswa, pengembangan mu’adalah, hingga sertifikasi nazhir wakaf bagi pesantren alumni Gontor.



Menutup sesi, Dr. K.H. Lalu Zulkifli Muhadli, B.A., S.H., M.M. menekankan bahwa kebangkitan umat harus dimulai dari pendidikan yang holistik dan seimbang sebagaimana telah diterapkan Gontor melalui sistem KMI sejak 1936.

“Pesantren tak hanya melahirkan lulusan, tetapi melahirkan peradaban.” Tegas beliau.

Sarasehan Nasional ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berkarakter, berilmu, serta mampu membangun peradaban bangsa di masa depan.

Reviewer: Azra Bey Fananie (Staf PP IKPM Gontor)
Reporter: Daniel Muhammad Taqi (Staf PP IKPM Gontor)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Lanjutkan membaca

PP IKPM Gontor Perkuat Sinergi Alumni melalui Beragam Forum...

Gontor, 21 Juni 2026–Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah dan Muballigh Alumni Gontor diakhiri dengan sesi penguatan organisasi alumni yang menegaskan kembali peran strategis Pimpinan...

Perguruan Tinggi Pesantren dan Wakaf Jadi Agenda Strategis Menyongsong...

Gontor, 21 Juni 2026– Hari kedua Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah dan Muballigh Alumni Gontor dalam rangkaian Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor...

Urgensi Kesehatan Komunitas Menguatkan Peran Pesantren dalam Membangun Masyarakat...

Gontor, 20 Juni 2026 – Memasuki sesi malam Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashiryah dan Muballigh Alumni Gontor, peserta mengikuti pembahasan bertema "Urgensi Kesehatan Komunitas"...

Jadilah kekuatan untuk menjalin silaturahim

Bergabung bersama kami di PP IKPM Gontor . Anda bisa berkontribusi dalam menjalin silaturahim antarkeluarga pondok modern.